Tampilkan postingan dengan label GA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Juli 2014

Di Masjid Hatiku Terkait

Setiap pagi setelah mengantar si bungsu ke sekolah pada pukul setengah tujuh, aku langsung mengarahkan mobilku ke sebuah kampus asri tak jauh dari sekolah anakku. Kampus yang masih berada di wilayah tempat tinggalku juga. Kampus kebanggaan arek-arek Suroboyo dan masyarakat Jawa Timur.

Di kampus nan luas dan hijau asri yang menjuluki dirinya dengan Eco-Campus itulah kuhabiskan pagiku. Berlari di jogging track yang mengelilingi luasnya lapangan rumput, kelas-kelas sesuai jurusan , lapangan tenis, lapangan basket, lapangan futsal, kantin, laboratorium dan masjid.


Masjid di kampus ini sangat luas, indah, bersih dan rapi. Setiap selesai  ber-jogging ria sambil menghirup segarnya udara di lingkungan hijau itu, aku selalu mengakhiri  perjalanan pagiku dengan memasuki area  masjid yang tenang dan syahdu.

Setelah puas berlari, berjalan, memotret, memunguti buah-buah eksotis yang berjatuhan dari aneka pepohonan langka yang sengaja ditanam di kampus nan luas dan asri itu, aku menuntaskan acara "safari menenangkan  batin pagi hari"-ku dengan  mengambil air wudhu di areal wudhu masjid yang luas dan bersih itu. Lalu aku pun melayari keheningan pagi dengan bersujud di lantai atas masjid kampus yang hening dan syahdu itu.
Foto Koleksi Pribadi Titi Alfa Khairia
Berbait-bait do'a kupanjatkan memohon ampunan atas segala khilaf dan salah, meminta kekuatan menjalani hari agar senantiasa dalam tuntunanNya, serta melinangkan derai air  mata bila kusadari ada banyak hal yang luput dari pencapaianku.

"Ya Allah kusaksikan banyak manusia  begitu pandai mengisi hari dan hidupnya dengan padatnya amal shalih, sementara diriku hanya mampu menjadi penonton saja.".

"Ya Rabb, kujanjikan diriku senantiasa berjalan di jalanMU, sementara setiap detik nafsuku siap mengingkarinya".

"Bila tiada kasih sayang dan ampunanMU, niscaya aku hanyalah makhluk yang paling merugi"

Usai  mengadu dan melinangkan berpuluh genangan air mata, barulah hati ini merasa tenang dan batin menjadi lega.


Kulangkahkan kakiku keluar dari masjid indah nan bersih dan luas dikelilingi pepohonan rindang dan asri itu. Siapapun pasti betah berlama-lama duduk di sana. Shalat, berdzikir, berdo'a dan  membaca Quran.

Sering pula kusaksikan para mahasiswi di satu sisi dan para mahasiswa di sisi lain asyik berdiskusi dalam kelompok-kelompok masing-masing. Atau  beberapa nampak sedang membentuk halaqah. Mengkaji Quran dan Hadist dalam kelompok kecil. Mengingatkaku kembali akan masa-masa mahasiswa yang sangat indah.

Di malam-malam bulan Ramadhan, aku mendapatkan semangat menjalani tarawih berjamaah di masjid yang dikelola dengan baik oleh mahasiswa dan para dosen itu. Imam shalat Isya dan tarawihnya selalu membaca surah-surah dengan suara merdu, tausyiahnya selalu pas dan up to date. Tidak terlalu cepat, tidak terlalu panjang. Konten yang diusung selalu berbobot dan pas dengan kondisi terkini, membuatku makin mem-favoritkan masjid yang satu ini.


Ah,  aku tak akan bisa jauh dari tempat indah yang memberiku ketenangan ini. Hari-hariku makin indah dan bermakna, manakala aku mentautkan hatiku pada tempat suci yang indah dan tenang ini. Di masjid inilah hatiku terkait. Meski bukan aku yang membangunnya, namun aku turut merasa memiliki, masjid Manarul Ilmi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.


Keterangan : Foto  diatas dikutkan dalam

Lomba Foto Blog The Ordinary Trainer Writers

Sabtu, 18 Januari 2014

#KEB Di Mataku : Aku Jatuh Cinta

Sekian lama malang melintang di faceboook (hiii), mengikuti banyak grup-grup belajar berbagai hal, mulai belajar agama, belajar menulis, belajar bikin skenario belajar masak dan lain-lain, memang semua berkesan dan memberikan cukup banyak ilmu yang bermanfaat dengan  kelebihan masing-masing. Namun... ada yang berbeda dengan grup yang satu ini.

Pertama membaca tentang KEB dari postingan teman, tentang grup blogger yang terdiri dari Emak-emak . Saat itu KEB sedang diliput oleh sebuah tabloid wanita. Entah mengapa darah ini berdesir, mungkin itulah yang namanya jatuh cinta pada pandangan pertama.Aiiihh.

Langsung saja saat itu aku meminta bergabung, ternyata syaratnya , blog-ku harus berusia minimal 3 bulan. Ok aku punya blog, kebetulan umurnya sudah lebih dari 3 bulan. Meskipun penampilan masih acak adut, dan postingannya hanya sebulan sekali ngga mesti hehehe.

Beruntung sekali para Makmin dan Makpon di KEB  pada baekkk buanggett. Masa aku langsung diterima bergabung sih. Mimpi ngga sih?? Hampir tak percaya. Akupun langsung sok pede ber-akrab ria di sana. Dan..., syukur tak terhingga, ternyata Emak-emak yang ada di sana ngga ada yang jaim sama sekali. Ngga ada yang sombong blass!!. Semua welcoming!

Aku yang baru bergabung pun mendapat kesempatan mengikuti  kelas editing gratis. Dari sanalah aku semakin mengenal karakter Emak-emak yang bergabung di sana. Semua ramah, periang, lucu, kritis, cerdas, kreatif , tidak sombong dan berbakti pada suami serta sayang sama keluarga dan teman-teman. hihihi.

Bisa dikatakan hampir semua Emak yang bergabung di KEB ini terdiri dari Emak-emak yang hebat-hebat.  Coba kita sebut Mak Haya Aliyah Zaki yang jago editing dan ratu lomba-lombaan, qiqiqi.
Mak Myra Julia, Mak Shinta Reis dan Mak Eka Putri yang jago dalam urusan blog. Mak Myra Sahid, Mak Sumarti Saelan,, Mak Sari Melati, Mak Vema Syafei, Mak Lusiana Trisnasari, Mak Icoel,Mak Carolina Ratri, Mak Indah Julianti Sibarani , yang rela ngurusin KEB.  Mak Dina Begum Mak Indah Nuria Savitri, Mak Hana Sugiarti, Mak Myra Anastasia, Mak Nunik Ambarsari, Mak Nurul Noe, Mak Rahma Chemist, Mak Alaika Abdullah  yang inspiratif, Wah... maaf buat yang lain yang ngga disebutkan. Saking banyaknya, dan belom sempat ngobrol semua.  Pokoknya Emak-emak semua ada di hatiku dah suerr!

Yah, KEB itu bisa dibilang Kumpulan Emak-emak Baek, atau Kumpulan Emak-emak mBoiis. KEB adalah wadah di mana emak-emak saling berbagi, saling belajar, saling menyemangati. KEB mewadahi gairah Emak-emak yang ingin tumbuh bersama dan saling melengkapi satu sama lain.

Hebatnya lagi, dalam usianya yang masih sangat muda, KEB berani membuat gebrakan dengan ajang Anugerah  Srikandi Blogger-nya. Ibarat bayi mungil yang cantik, Emak sudah menyedot perhatian banyak orang mulai yang blogger hingga yang blogger wannabe. Mulai yang Emak-emak hingga yang Bapak-bapak. Up date terakhir jumlah anggota KEB sudah mencapai 1438 orang, Huwiiiihhh..



Bersama KEB aku belajar untuk terus meng-upgrade diri, bersama KEB aku berpantang menyerah bila ada kesulitan . Dalam KEB aku menemukan kehangatan persahabatan. Dalam KEB aku menemukan ketulusan, keterbukaan, canda tawa yang membangkitkan semangatku yang hampir padam.

Happy Birthday KEB...

Tetaplah berjalan  dengan warna khasmu yang hangat, terbuka, selalu memberi tak harap kembali ( ciri khas para Ibu alias Emak-emak :P ). Bersamamu kami bahagia untuk saling berbagi.

 I Love You KEB, I Love You Emaksss  <3 <3 <3




Kamis, 06 Juni 2013

SIM Pertamaku, Sepuluh Atau Lima Belas Tahun Lalu?

Selepas kuliah aku maksa minta ijin Bapak untuk pergi ke Jakarta. Ambil kursus disain di Interstudi, waktu itu kampusnya masih nebeng di Hotel Wisata International, belakang Hotel Indonesia.

Hidup di Jakarta jauh dari orang tua membuatku merasa sebagai orang termiskin di dunia. Kemana-kemana naik bis, atau pas lagi punya uang naik taksi. Sesekali nebeng teman, naik mobil mereka.

Sekembalinya ke tanah Jawa, (qiqiqi),  aku menyadari, mengapa begitu banyak aset keluarga yang tak kumanfaatkan? Diantaranya, di rumah ada mobil, bahkan sopir.

So, dengan ijin Bapak aku mulai belajar menyetir. Instrukturnya sopir keluarga yang lumayan sabar dan telaten. Berbekal rasa pede karena bisa menyetir, aku mulai beberapa kali keluar sendiri tanpa sepengetahuan orang rumah. Rada dag-dig dug juga, karena belum punya SIM.

Kupikir akan berbahaya menyetir mobil di kota seperti Surabaya tanpa SIM. Bisa-bisa aku ditilang dan dipenjara oleh  Pak polisi untuk sebuah kesalahan kecil hehehe.

Akhirnya aku minta ditemani kakakku untuk mengambil SIM. Waktu itu antri luar biasa. Satu-satunya perempuan yang ambil SIM A cuma aku. Jadi Pak Polisi baik hati ngga ngetes macem-macem cuma nanya, "Sudah bisa bawa mobil? mobilnya jenis apa? mau  SIM A, B, atau C?"  Lalu aku dianjurkan ambil paket A dan C biar lebih murah. Aku pun setuju mengambil paket SIM A dan C, walaupun pada kenyataannya sim C ngga pernah kupakai karena aku takut naik motor. Hehehe

                               


Beberapa tahun kemudian, setelah tidak lagi tinggal bersama orang tua, lama aku ngga nyetir. Setelah punya rumah dan mobil sendiri, mobil itu kebanyakan nangkring di car port karena jarang dipake. Suatu pagi, aku nekat keluar rumah dengan menyetir mobil merahku. Suatu pagi minggu yang cukup sepi. Karena sudah lama ngga nyetir, aku rada-rada lupa bagaimana caranya. Setiap habis mengerem, aku pasti kebingungan bagaimana memulai lagi. Waktu itu mobilnya masih manual dan aku susah memindah-mindah persneling.

Sewaktu melewati perkampungan yang padat penduduk, aku tidak berani mengerem mobilku, walaupun ada segerombolan bebek melintas. Sebab aku bakalan gugup memulai oper persneling setelah mengerem. Jadi aku terus saja berjalan,.Dan..., Maakkk... matilah seekor bebek milik orang kampung, tertabrak mobilku.
Terpaksa akhirnya aku mengerem juga, tetapi setelah sampai diujung kampung.
Untung cuman bebek kecil. Orangnya minta ganti rugi sepuluh ribu rupiah saja.Hahaha...

Akhirnya, karena kebutuhan, aku pun mengambil kursus mengemudi lagi, kali ini pada seorang guru profesional. Setelah merasa yakin mampu, aku pun mengajukan permohonan SIM lagi. Kali ini aku ngga mempan dirayu Pak Polisi untuk mengambil paket A dan C. Sebab kenyataannya aku ngga pernah memakai SIM C ku.

Mengurus SIM sebenarnya mudah, tapi entah mengapa orang lebih suka memakai jasa calo. Sama dengan mengurus Paspor. Yang kita butuhkan hanyalah mengikuti prosedur, menyiapkan persyaratan dan antri untuk foto dan antre lagi untuk membayar dan menerima SIM. Itu saja. So simpel.




PEMBAGIAN JENIS SURAT IJIN MENGEMUDI DI INDONESIA:

Menurut Jenisnya, Surat Ijin Mengemudi di Indonesia terbagi 2
1.Surat Ijin Mengemudi   jenis kendaraan perseorangan (pribadi)
2.Surat Ijin Mengemudi   jenis kendaraan umum (angkutan massal)

GOLONGAN SIM PERSEORANGAN:
Berdasarkan Pasal 80, Undang-undang nomor 22, Tahun 2009:
1. SIM A, untuk mengemudikan mobil penumpang dan barang kendaraan perseorangan dengan berat tidak melebihi 3.500 kg.

2. SIM B1, untuk mengemudikan mobil penumpang dan barang dengan berat boleh melebihi 3.500 kg.

3. SIM B2, untuk mengemudikan kendaraan alat berat, kendaraan penarik atau kendaraan bermotor yang menarik alat kereta tempelan atau gandengan, perseorangan dengan berat yang diijinkan untuk kereta tempelan atau gandengan melebihi 1.000 kg.

4. SIM C, untuk mengemudikan kendaraan bermotor.

5. SIM D, untuk mengemudikan kendaraan khusus bagi penyandang cacat.


GOLONGAN SIM UMUM
Golongan SIM umum berdasarkan pasal 82, Undang-undang nomor 22, Tahun 2009.
1. SIM A umum, untuk mengemudikan kendaraan  bermotor umum dan barang dengan jumlah berat tidak melebihi 3.500 kg.

2. SIM B1 umum, untuk mengemudikan mobil penumpang dan barang umum, dengan jumlah berat diperbolehkan melebihi 3.500 kg.

3. SIM B2 umum untuk mengemudikan kendaraan penarik atau kendaraan bermotor dengan menarik kereta tempelan atau gandengan, dengan berat yang diperbolehkan untuk kereta tempelan atau gandengan lebih dari 1.000 kg.


PERSYARATAN PEMBUATAN SIM:

Persyaratan Pembuatan SIM dibagi dalam syarat Usia, Administratif dan test kesehatan dan kelulusan ujian teori dan praktik.

Nah untuk tahu lebih jauh, silakan kunjungi web ini , agar  Anda lebih jelas semua detil persyaratan bagi tiap golongan, beserta sanksi pidana bagi pengendara yang tidak memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM).
Hiii dipenjara karena mengemudi tanpa SIM? Takuut.