Rabu, 04 Februari 2015

Kutunggu Kau Di Taman Surga - part 3 (selesai)

Sebenarnya keluarga Akhi Ahmad yang cukup terpandang mampu mengadakan pesta mewah besar-besaran untuk ukuan desa kami. Tapi atas permintaan Akhi Ahmad, dan atas persetujuanku. Pernikahan hanya akan dilangsungkan secara sederhana. Meski undangan cukup banyak, tapi pestanya tidak terlalu bermewah-mewah. Namun tetap pantas dan memuaskan para tamu undangan.

Dalam acara walimah, yang memisahkan tamu putera dan puteri, Ustadz Jaffar berkenan memberikan khutbah nikah yang inti nasihatnya tentang niat menikah karena Allah dan indahnya biduk rumah tangga di jalan Allah. Beliau juga menegaskan bahwa pernikahan karena Allah tak terpisahkan oleh maut. Karena akan berlanjut hingga kehidupan kekal di jannahNYA nanti.


Kutunggu Kau Di Taman Surga - part 2

Hari berganti minggu. Aku sudah melupakan usulan Ukhty  Salamah, dan larut dalam kesibukanku. Mengajar di sekolah Madrasah Ibtidaiyyah di dekat rumahku, mengkaji agama tiap hari Jumat Sore dan Sabtu pagi di rumah Ukhty Salamah dan di Masjid Baitus Salam di desa sebelah yang berjarak sekitar dua kilometer dari desaku. Serta membantu Ummi mengerjakan pekerjaan rumah yang seakan tiada habisnya terutama saat musim bertanam padi dan saat panen di mana Abah punya banyak pekerja buruh tani yang menggarap sawah kami. Saat-saat itu biasanya  kaum wanita sibuk luar biasa mempersiapkan hidangan makan pagi dan makan siang untuk puluhan orang.

Kehidupan di desa yang tenteram dan kesibukan-kesibukan khas desa yang menyita waktu namun sangat menyenangkan. Sangat berbeda dengan kehidupan kota besar yang sempat ku kecap beberapa tahun lalu saat aku menempuh kuliah di sebuah Universitas ternama.


Kutunggu Kau Di Taman Surga - part 1

Tanah pekuburan basah oleh hujan semalam. Dengan sangat hati-hati kucabuti rumput-rumput disekitar pusara Abah. Fadlan  adik lelakiku sibuk menyiangi dengan sabit yang dibawanya dari rumah.

Sepi sekali suasana di pekuburan desa yang terletak di lereng gunung Arjuna ini. Satu dua petani nampak dari kejauhan sedang memanggul cangkul dan perbekalannya menuju sawah. Biru bayangan gunung Arjuna nun jauh di sana, beralas karpet hijau lautan padi yang subur membentang. Semua nampak indah dalam timpahan cahaya matahari pagi yang hangat. Satu dua burung kecil nampak berkejaran diantara ranting-ranting pohon kamboja dan asam belanda yang menaungi komplek pekuburan tua ini.

Kulantunkan doa untuk Abah, semoga Allah Subhanahu Wa Taala mengampuni dosa-dosanya, dan semoga Abah tenang dalam kuburnya dan dijuahkan dari siksa. Melihat tanah pekuburan yang sepi senantiasa mengingatkanku akan hakikat kematian itu sendiri.


Selasa, 03 Februari 2015

Jodoh Adalah Ketenteraman

Seringkali kita bertanya-tanya apakah jodoh itu? apakah mereka yang menikah sudah pasti berjodoh? Lalu mengapa ada orang yang bercerai?

Pada kasus seperti di atas, biasanya orang mengatakan "Jodohnya hanya sampai di sini"

Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Taala  sudah memberikan arahan dalam mencari jodoh, Persis seperti yang sering dikutip dalam setiap undangan pernikahan yang sering kita terima.

"Wa min aayatihi an kholaqo lakum min anfusikum ajwaaja, litaskunuu ilaiha, wa jaala bainakum mawadda wa rahmah . Innaa fii dzalika laayati likaumi yatafakkaruun"

Selasa, 16 Desember 2014

Jangan Berputus Asa

Manusia memang tempatnya berkeluh kesah. Ujian hidup di dunia yang seakan tiada henti, seringkali membuat manusia merasa hilang arah, tak tahu mau berbuat apa. Seringkali kita memiliki keinginan yang melebihi kemampuan, ataupun bahkan sebenarnya kita memiliki potensi untuk meraih keinginan kita, tapi tak tahu bagaimana cara mengembangkan potensi diri untuk mencapai cita-cita.

Derasnya arus informasi baik yang bermanfaat maupun yang sejatinya hanya sampah bagi jiwa dan pikiran, seringkali membelokkan niat suci yang tertanam dalam hati untuk mengisi hidup dengan hal-hal bermanfaat. Belum lagi minimnya pengetahuan agama dan ilmu sehingga membuat manusia tak tahu, hal apa yang harus diprioritaskan dalam kehidupan.

Allah SubhanahuWa Taala, Dzat yang Maha Tahu, Dialah yang menciptakan kita semua makhluknya. Karena itulah Dia yang lebih tahu segala detail-detail yang berhubungan dengan hati, pikiran, dan tubuh manusia. Dia pulalah yang menciptakan petunjuk kehidupan yang disampaikan oleh para utusanNya melalui wahyu suci yang tertulis dalam kitabNya.