Minggu, 14 April 2013

Wanita, Di matamu Kulihat Surga

Pernakah anda mendengar sebuah hadist yang mengatakan bahwa penduduk neraka terbanyak adalah wanita? Pernakah anda mendengar bahwa banyak wanita yang memiliki  sejumlah  pahala tetapi semua pahalanya itu terhapus karena dia tidak mampu berterima kasih dan menghargai pemberian  suaminya? Pernahkah anda mendengar bahwa wanita yang berlenggak-lenggok di depan umum dan memakai parfum yang baunya tercium sepanjang jalan maka dia telah menggoda laki-laki dan disamakan dengan tunasusila?

Dalam sebuah kisah yang diriwayatkan Ibnu Abbas RadhiAllahu Anhuma, ketika Rasulullah Salallahu Alaihi wa Salam dan para sahabatnya melakukan shalat gerhana, Rasulullah Salallahu Alaihi wa Salam melihat surga dan neraka. Beliaupun bersabda:
"....dan aku melihat neraka, maka tak pernah kusaksikan pemandangan seperti itu sebelumnya. Kebanyakan penduduk neraka adalah kaum wanita."
"Mengapa demikian Ya Rasulullah?" para sahabat RadhiAllahu Anhum bertanya.
"Karena kekufuran mereka"
"Apakah mereka kufur kepada Allah?"
"Mereka kufur terhadap suami-suami mereka. Kalaulah engkau berbuat baik kepada mereka dalam waktu yang panjang, kemudian mereka melihat padamu sesuatu yang tidak mereka sukai, niscaya mereka berkata
"Aku tidak pernah sedikitpun melihat kebaikan pada dirimu."(Bukhari)

Sebuah hadist riwayat Abu Huraira, Rasulullah Salallahu Alaihi wa Salam menjelaskan:
"Para wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya mereka telanjang. Melenggak-lenggokkan kepala mereka karena sombong dan berpaling dari ketaatan pada Allah Subhanahu Wa Taala dan suaminya. Kepala mereka seperti punuk onta. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak boleh mencium baunya. Padahal harum surga dapat tercium dalam jarak perjalanan sekian-sekian (Hadist riwayat Muslim dan Ahmad)


Rasulullah Sallahu Alaihi Wa salam suatu ketika seusai memberikan khutbah di hari raya, beliau mendatangi para wanita dan memperingatkan mereka.
"Bersadaqahlah kalian! Karena kebanyakan kalian adalah kayu bakar jahannam!" Maka berdirilah seorang wanita yang duduk di antara wanita-wanita lainnya yang berubah kehitaman kedua pipinya. Iapun bertanya
"Mengapa demikian, Ya Rasulullah?"
"Karena kalian banyak mengeluh dan kufur terhadap suami." jawab Rasulullah.
(Hadist riwayat Bukhari dan Muslim)


Sebagai wanita tentu saja keterangan-keterangan hadist di atas sangat memukul harga diri kita dan menimbulkan sebersit rasa putus asa di samping kengerian akan adanya hari yang tak dapat dielakkan tersebut.
Namun apakah demikian adanya?  Apakah jumlah wanita yang masuk surga sedikit saja? Begitu susahkah syarat masuk surga bagi wanita?

Firman Allah SWT dalam Al Quran, menyebutkan :

Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya. Laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut nama Allah. Allah telah menyediakan bagi mereka pahala dan ampunan yang besar [Al Ahzab (33): 35].


Dalam surah lain disebutkan:

Barangsiapa mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan, dan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik. Dan sesungguhnya akan Kami beri balasan bagi mereka dengan pahala yang lebih baik  dari apa yang mereka kerjakan
[ An Nahl (16):97].

...bagi laki-laki ada(pahala dari) bagian yang mereka usahakan, dan bagi perempuan ada bagian yang mereka usahakan... [An Nisa (4): 32]

Barangsiapa berbuat kebaikan, meski hanya seberat zarrah, niscaya dia akan melihat  balasannya.
 [Al zalzalah (99):7]

Ayat-ayat tersebut di atas menerangkan bahwa Allah tidak membeda-bedakan laki-laki dan perempuan yang beriman. Asalkan mereka berbuat amal shalih, maka akan mendapatkan balasan yang sama, tanpa membedakan jenis kelamin.

Di dalam sebuah hadist di sebutkan, Ummu Salamah RA pernah bertanya
"Ya Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia atau bidadari surga?"
 Rasulullah SAW menjawab, "Wanita dunia lebih utama dari bidadari surga, karena kelebihan mereka yang terlihat dan yang tak terlihat."
"Mengapa?" tanya Ummu Salamah RA.
"Karena mereka shalat mereka, puasa mereka dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka. Tubuh mereka sehalus sutera, kulit mereka putih bersinar. Pakaian mereka berwarna hijau, perhiasan mereka kekuningan dan sanggul mereka berhiaskan mutiara dan sisir mereka terbuat dari emas."  Mereka berkata "Kami hidup abadi dan tidak mati, lemah lembut dan tidak jahat sama sekali. Kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya"
(Hadist riwayat At Tabhrani)

Dalam riwayat lain disebutkan :
Seorang wanita apabila dia shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya dan mentaati suaminya, maka dikatakan padanya "Masuklah ke surga dari pintu mana saja engkau mau" (Bukhari-Muslim)


"Seorang wanita yang beriman, maka kelak di surga, derajatnya tujuh puluh kali lipat lebih tinggi daripada gadis-gadis surga" (tafsir As Sharbini, vol 4 hal 181)

Sebuah hadist meriwayatkan, apabila seorang bidadari surga meludah ke lautan, maka air laut akan berubah menjadi manis. Maka bisakah kita bayangkan bagaimana dengan wanita dunia yang beriman? Kelak Allah akan menjadikan mereka sebagai ratu para bidadari.

Abu Said Radiallau Anhu mengatakan, Rasulullah Salallahu Alaihi wa Salam bersabda "Para penghuni surga di tingkat paling rendah, kelak akan mendapatkan delapan puluh ribu pelayan, tujuh puluh dua pasangan, dan dibangunkan bagi mereka sebuah tenda yang terbuat dari mutiara, kristal dan ruby. Luasnya seluas jarak An Janabiyya dan Sana'a." (Hadist riwayat At Thirmidi, dengan sanad hasan gharib).

Dari Abu Hurayra, RA. Rasulullah Salallahu Alaihi Wasalam bersabda "Barangsiapa masuk surga, maka dia akan mendapati kenyamanan dan tiada kepayahan. Pakainannya tidak tipis, dan dia tidak akan pernah menua. Segala yang ada di surga itu tidak pernah ada dalam pandangan mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tak pernah terbayangkan oleh pikiran manusia" (Ibnu Al Mubarak, hadist nomor 512, Al Bayhaqi. dalam kita Mengingat Mati di terjemahkan oleh Abdul Hakim Murad 241)

Wahai Wanita, dalam ketaatanmu pada Tuhanmu, dalam kepatuhanmu kepada suamimu, dalam keikhlasanmu mendidik dan merawat anak-anakmu, dalam semua pengorbananmu aku melihat pintu surga terbuka lebar bagimu. Dimatamu kulihat kilauan surga. Tiada kesedihan, tiada kepayahan hanya bahagia yang abadi.





























Sabtu, 06 April 2013

Harta Di Balik Lumpur


Masa anak-anak adalah masa paling cerah ceria. Saat di mana anak bermain dan belajar banyak hal. Pada masa anak-anak inilah dasar kepribadian anak terbentuk.

Kehidupan modern yang serba sibuk, kondisi kota yang penuh sesak serta berbagai permainan instan, menjauhkan anak-anak dari nilai luhur kehidupan yang dulunya justeru mudah tertaman di benak generasi tua melalui permainan yang bersinggungan dengan alam.

Bermain bersama alam berarti aktivitas fisik yang melelahkan, berkotor-kotor, penuh noda dan keringat. Tetapi dari sinilah justeru anak-anak akan memperoleh kepuasan batin serta pelajaran berharga yang tak bisa digantikan oleh berbagai permainan modern seperti play station, computer games, bahkan permainan mahal semacam kids zone yang marak di mal-mal sekalipun.

Beruntung masih banyak  orang tua yang menyadari kelemahan permainan serba instan ini, dan berusaha mengenalkan pada anak-anaknya betapa menyenangkan bermain di alam bebas. Kotor yang mereka dapatkan terbayar dengan kepuasan batin dan hikmah  yang bisa mengukir jiwa mereka, agar kaki tetap berpijak ke bumi, meski tangan berjuang menggapai langit.

Kisah tentang Puspa, seorang anak perempuan yang selalu merindukan alam pedesaan yang luas dan asri. Bagaimana Puspa berhasil mengajak temannya, Donny yang hanya tahu asyiknya main play station, dan sepupunya Lola yang hanya tahu asyiknya internet. Beruntung kakek Puspa adalah orang yang kreatif dan memiliki keprihatinan yang sama dengan orang tua Puspa. Kakek Puspa inilah yang merancang permainan kreatif 'Temukan Sandal Jepit Kakek di dalam Lumpur'. Permainan asyik dan seru yang memaksa anak-anak masuk ke dalam kubangan kerbau dan akhirnya mereka menemukan kaleng-kaleng biskuit berisi pesan-pesan bijak. Dari pesan-pesan bijak itulah anak-anak memetik hikmah kesederhanaan hidup yang penuh arti. MashaAllah!  Karya N Puspa Surasmiharsih D ini berjudul 'Harta  Di balik Lumpur'.

'This is it!, Kue Lumpur a-la chef Annisa Quinn,haha!', adalah judul asli sebuah kisah  tentang Nisa si koki cilik yang ceria dan kreatif. Nisa seorang anak perempuan berumur sekitar delapan tahunan (kelas dua Sekolah Dasar), adalah tipikal anak-anak perempuan jaman sekarang yang aktif, sedikit cerewet dan tidak bisa diam. Kreativitas Nisa yang tinggi membuatnya menjadi  trend setter bagi teman-teman sepermainannya.

Bermain tali, petak umpet bahkan berloncatan di dalam lumpur menjadi perekat keseharian Nisa dengan teman-teman. Tak puas hanya bermain dengan teman-temannya, ibunya di rumah pun dijadikan obyek kretivitas oleh Nisa. Main salon-salonan, model-modelan, berkemah dan masak-masakan adalah permainan favorit Nisa bersama sang ibu.

Dari sekadar bermain, akhirnya Nisa merengek pada ibunya agar diajarkan memasak sungguhan. Di sinilah tampak peran ibu Nisa yang mampu membimbing anaknya. Dengan penuh kesabaran ibu Nisa mengajarkan bagaimana membuat kue-kue sederhana, hingga Nisa ketagihan untuk belajar memasak berbagai kue.

Hobi positif itupun berbuah manis. Para tetangga yang mencicipi kue-kue Nisa akhirnya memesan pada Nisa. Si kecil Nisa  sigap menyanggupi pesanan para tetangga. Bayangkan anak kelas dua Sekolah Dasar sudah belajar bekerja dan berbisnis. Sebuah pembelajaran positif yang pasti bisa menjadi bekal kemandirian Nisa bila ia dewasa kelak. Belum lagi persoalan khas anak-anak yang umumnya susah makan, terpecahkan karena semangat memasak sendiri membuat Nisa juga jadi bersemangat makan.

Sungguh cara yang cerdas dan menyenangkan bagi anak-anak seusia Nisa, bermain sekaligus belajar. Tanpa takut berkotor-kotor dengan noda tepung dan cokelat di bajunya. Kan ada Rinso yang akan mencuci semua noda. Bukankah 'Berani Kotor Itu Baik?'

Kisah-kisah menginspirasi ini ada di buku  Cerita Di Balik Noda  dari ajang lomba menulis kisah-kisah di balik noda yang diadakan Rinso Indonesia. Cerita seru, penuh haru dan banyak hikmah ini ditulis kembali oleh Fira Basuki salah satu novelis keren Indonesia.

Masih banyak kisah-kisah menarik lain  di dalam buku yang memuat 42 kisah inspiratif ibu-anak ini. Misalnya kisah Acon anak pinggiran Jakarta yang kesehariannya nampak bandel karena Emaknya ngga punya waktu mendidik dia. Hidup sebagai orang tua tunggal yang hanya buruh miskin membuat Emak Acon terpaksa pasrah anaknya 'diasuh' para preman. Nyatanya suatu hari Acon menghilang dari rumah dan baru kembali saat gelap ditengah hujan dan petir, dengan baju penuh lumpur, sebagai usaha Acon mencoba mencari uang tambahan untuk meringankan beban Emaknya. Kemuliaan bisa hadir dari hati seorang yang dianggap bandel sekalipun.

Atau kisah Adi yang masih duduk di bangku kelas empat sekolah dasar. Meski miskin, pantang bagi Adi untuk meminta-minta. Maka saat beras yang dibawanya dari pasar terjatuh di jalan becek, Adi menolak uang pemberian Radya sahabatnya. Lebih baik bagi Adi bekerja mengumpulan sedikit uang untuk membeli makanan, daripada mengharap belas kasihan orang lain. Pada akhirnya Adi justeru mengajarkan Radya, sahabatnya, untuk bekerja apa saja asal halal demi memperoleh bahan makanan. Kisah berjudul 'Demi Sekantong Beras ' salah satu kisah inspiratif diantara kisah-kisah menarik lainnya.

Di sini, kita juga bisa belajar arti ikhlas yang sebenarnya dari cerita berjudul 'Imlek Untuk Lela'. Sebuah cerita tentang seorang anak perempuan bernama Gwen yang berteman dengan Lela, anak asisten rumah tangga di keluarga Gwen. Bagaimana Gwen yang ingin memberikan sepeda yang sama dengan miliknya kepada Lela. Bagaimana Gwen berusaha mewujudkan keinginannya itu meski harus menggunakan uang angpao miliknya sendiri. Dan yang lebih mengesankan, Gwen mampu menolak keinginan mamanya untuk menukar sepeda baru yang akan diberikan pada Lela, dengan sepeda miliknya yang sudah terpakai. Betapa banyak orang tua seperti kita yang memiliki pola pikir yang sama dengan mama Gwen. Maka dari kemurnian hati anak-anaklah kita banyak belajar.

Uah! pokoknya hampir semua kisah yang ditulis dibuku 'Cerita Di Balik Noda' ini patut mendapat acungan jempol. Kalau mau lebih jelas baca aja bukunya.





Review Buku: Cerita Di Balik Noda, 42 Kisah inspirasi jiwa

Penulis :                     Fira  Basuki
Editor  :                     Chandra Gautama
Perancang Sampul:      LOWE Indonesia
Penata Letak:              Dadang Kusmana
Penerbit:                     Kepustakaan Populer Gramedia 2013 
Cetakan Pertama:        Januari, 2013       

Saya jamin anda semua akan tertawa, terharu biru dan terinspirasi  setelah membaca buku di atas. Selamat membaca! Jangan lupa ikuti lomba rewiew-nya bersama para Blogger hebat di sini.

Minggu, 31 Maret 2013

My Beautiful Morning

Pagi selalu menjadi saat favorit saya. Pagi adalah tentang udara sejuk yang  melonggarkan paru-paru yang telah sesak oleh jelaga polusi. Pagi adalah saat kedamaian dan ketenangan berpadu lembutnya sinar mentari yang menerobos celah dedaunan. Pagi adalah merdunya  kicauan burung yang mengisi ruang dengar dengan melodi  harmonis yang tak pernah membuat bosan.

Allah Subhanahu Wa Taala menciptakan  siang sebagai saat paling produktif bagi manusia. Siang adalah saat manusia mengerahkan segala usaha untuk berkarya dan meraih kesuksesan dunia. Sementara malam Allah ciptakan sebagai waktu untuk berkumpul keluarga, beristirahat dan berduaan denganNYA.

Di akhir waktu malam dan di awal siang inilah waktu pagi berada. Dia tepat berada di tengah dua saat panjang itu, sebagai penyeimbang. Pagi adalah jeda terbaik dari dua saat yang berbeda. Pagi adalah masa transisi yang memberi kesempatan manusia untuk mempersiapkan perjuangan panjang mengisi hidupnya dengan segala manfaat yang seharusnya diraih.

Pagi adalah saat dua malaikat diutus kebumi untuk mendoakan manusia. sebagaimana tersebut dalah sebuah hadist dari Abu Hurairah RA, dia berkata. Rasulullah SAW bersabda :

"Sesungguhnya pada setiap pagi ada dua orang malaikat yang diturunkan dari surga. Salah seorang berdoa
'Ya Allah, tambahkanlah rezeki orang yang bersedekah', sementara yang seorang lagi berdoa 'Ya Allah, binasakanlah harta orang yang kikir'."
(Sahih Bukhari, hadist nomor 522)

Pada setiap pagi pula Allah membuka kesempatan kita untuk mendapatkan pahala semisal pahala haji dan umrah dengan melakukan shalat sunnah dua rekaat yang dilakuakan saat matahari mulai muncul. Setelah kita tak beranjak dari sajadah untuk berdzikir usai shalat fajar/subuh.

Pada setiap pagi pula, kita berkesempatan bersedekah untuk setiap ruas tulang rusuk kita dengan melaksanakan dua rekaat shalat dhuha. Pada saat itu Allah juga mengajarkan kita memohon dibukanya pintu rezeki dari atas langit, dari dalam bumi, dari tempat yang jauh dan sulit agar menjadi dekat dan mudah. Dan memohon agar dijaga dari harta yang haram. Melalui shalat dhuha yang rutin juga Allah SWT menjanjikan bagi kita dibangunnya sebuah rumah di surga.

SubhanAllah, sungguh pagi adalah harapan, bagi jiwa-jiwa yang meyakini adanya janji Tuhannya.

"Wahai jiwa-jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan rasa puas dan di ridhoi.
Dan masuklah kalian kedalam jamaah hamba-hambaKU
Dan masuklah kalian ke dalam SurgaKu"
(Quran surah Al fajr (82): 27-30)

Pangan Alami, Sehat dan Halal, Hak dan Kebutuhan Semua Orang

Semakin hari, semakin banyak orang menyadari pentingnya hidup sehat.
Polusi, cemaran limbah pabrik yang merusak lingkungan, pestisida dalam produk pertanian hingga rekayasa genetika menjadi momok yang mengerikan bagi manusia yang mempedulikan kesehatan diri dan orang-orang yang dicintainya.

Belum lagi dalam pengolahan produk pangan yang marak dengan penambahan bahan-bahan sintetis untuk panambah rasa, pewarna, pengawet, pengenyal, pengempuk, perenyah, pemutih dan masih banyak lainnya.

Jika kita pikirkan, maka ada banyak sekali rangkaian kejahatan yang siap membunuh generasi manusia lewat rantai proses penyediaan pangan ini.

Di negara-negara maju, slogan back to nature dan go organic sudah lama mewabah. Di Indonesia sendiri gaungnya sudah dimulai sejak sepuluh hingga lima belasan tahun yang lalu. Akan tetapi kecenderungan kembali ke alam dan menuju pangan organik ini tidak serta merta diikuti dengan gerakan perubahan yang cukup signifikan. Terutama dari pihak pemerintah sebagai pengendali mutu pangan di Indonesia, peran serta pemerintah terlihat kurang aktif.

Peluang ini sebetulnya sudah banyak dilirik oleh para pebisnis. Hanya saja penikmat produk alami dan organik ini masih dari kalangan tertentu saja. Bukan hanya karena produk organik lebih mahal dari produk umumnya. Tetapi juga karena tingkat pengetahuan dan kesadaran masyarakat umumnya masih rendah.

Sementara di bidang pangan olahan, masih dikuasai produk-produk dengan bahan tambahan yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Monosodium glutamat, yang selama ini gencar dituding sebagai pemicu kanker masih mendominasi dihampir semua produk pangan  yang bercitarasa asin dan gurih.

Pemanis buatan, pewarna dan pengawet mendominasi  produk-produk bercitarasa manis. Belum lagi produk sintetis lainnya yang telah disebutkan diatas.

Bahkan akhir-akhir ini gencar diberitakan bahwa perisa (perasa sintetis) yang menyuguhkan rasa atau aroma berry (Strawberry, rashberry bahkan vanila) diketahui dibuat dari bagian tubuh berang-berang Amerika yang berada di seputar anus mereka. Bisa dibayangkan bukan betapa jahatnya penetrasi industri pangan olahan ini dalam rangka pemusnahan, atau paling tidak penurunan kualitas umat manusia?

Belum lagi produk-produk tidak halal yang harus dihindari umat Islam, yakni produk turunan dari babi yang rupanya merangsek dasyat ke dalam segala lini industri farmasi. Sehingga si babi ini leluasa menintervensi semua produk pangan, kosmetik dan obat-obatan yang dikonsumsi manusia. Naudzubillah.

Sungguh makanan yang terbaik adalah makanan yang diperoleh  dari alam yang terjaga. dan sebaik-baiknya makanan olahan adalah makanan yang didapat dari bahan-bahan segar, halal dan sehat yang dimasak oleh koki rumahan alias ibu.

Dan sungguh, sebetulnya setiap orang berhak mendapatkan informasi tentang produk pangan yang dibelinya. Agar setiap orang bisa memilih produk terbaik sesuai kebutuhannya.

Pemerintah seharusnya berperan lebih aktif untuk mensosialisaikan produk-produk pertanian sehat dan produk makanan olahan yang sehat dan halal baik kepada produsen maupun konsumen.

Dan satu lagi, pemerintah pula seharusnya yang terus mengupayakan peningkatan mutu  pangan rakyatnya dari semua kalangan dengan cara yang terjangkau. Karena memilih produk yang alami, halal dan sehat adalah hak semua orang

Semoga meninspirasi

Minggu, 10 Maret 2013

My Beautiful Experience

Sejatinya manusia terdiri dari ruh dan jasad. Kesempurnaan hanya bisa dirasakan saat kedua unsur tersebut berada dalam kondisi sehat. Kesehatan kedua unsur tersebut memiliki persyaratan yang berbeda, tetapi keduanya saling mempengaruhi satu sama lain.

Pada jiwa yang sehat, terdapat semangat yang cukup untuk menjalani kehidupan yang penuh disiplin dan bertujuan jelas. Kesehatan jiwa ini, yang merupakan sesuatu yang abstrak, membawa implikasi kuat pada kesehatan badan.

Berawal dari jiwa yang sehat, maka manusia mempunyai konsep yang jelas akan hidup dan tujuan hidupnya. Sehingga terkumpullah semangat untuk mencapai tujuannya. Dalam semangat hidup inilah, manusia tergerak pula untuk menjaga kesehatan badannya, melalui pengaturan pola makan, olah raga, dan pola hidup sehat  (diantaranya, tidak merokok, atau minum-minuman beralkohol, cukup tidur dan waktu istirahat yang teratur dan lain sebagainya). kesemuanya itu bisa kita sebut sebagai Gaya Hidup Sehat (Healthy Lifestyle).

Semakin disiplin seseorang menjaga Gaya Hidup Sehatnya, maka kualitas kehidupannya juga semakin bagus. Maka didapatkanlah kepuasan di dalam dirinya. Kepuasan ini akan memberi efek positif pada jiwa. Disinilah tampak timbal balik pengaruh-mempengaruhi dari ruh dan jasad.

Ruh yang tak nampak itu sendiri terdiri dari dua hal yakni pikiran (mind) dan hati/jiwa (soul). Keduanya juga saling mempengaruhi dan bisa saling menguatkan atau sebaliknya, bisa pula saling melemahkan.

Berdasarkan pengalaman penulis, ruh inilah yang mengendalikan kesehatan jasad. Seseorang yang mampu selalu menjaga kesehatan ruhnya (jiwa dan pikiran), dengan sendirinya akan lebih mudah menjaga kesehatan badannya. Karena dengan ruh yang selalu terjaga sehat, maka semangat hidup seseorang akan selalu berada dalam kondisi yang baik, sehingga terbersitlah semangat untuk menjaga kesehatan badan.

Bayangkan jika Anda dalam kondisi kurang atau bahkan tidak bersemangat menjalani hidup Anda, karena banyaknya masalah yang membebani pikiran, yang tak mampu Anda selesaikan. Apakah yang terjadi?. Dalam kondisi jiwa yang tak bersemangat, mampukah Anda membangkitkan motivasi dalam diri untuk menjaga kesehatan badan?.Saya rasa tidak. Karena itulah, menurut hemat saya, pertama kali yang harus kita jaga adalah kesehatan ruh kita (pikiran dan hati).

Rasulullah Sallahu alaihi Wasalam bersabda, dalam sebuah hadist riwayat Nu'man bin Basyir:
 "Ketahuilah sesungguhnya di dalam tubuh manusia ada segumpal darah, apabila baik, maka baiklah seluruh tubuhnya. Dan apabila rusak, maka rusaklah seluruh tubuhnya. Ketahuilah bahawa segumpal darah itu adalah hati." (Muttafaqun 'Alaihi) - Terdapat di dalam Shahih Bukhari dan Muslim.

Dalam surah As Syam, ayat 8-10, Allah Subhanahu Wa Taala berfirman:
"Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu jalan kefasikan dan ketaqwaan." (Quran 91:8)
"Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu." (Quran 91:9)
"Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya" (Quran, 91:10)