Langsung ke konten utama

Maa Shaa Allah..Inilah Sepuluh Hari Terbaik Sepanjang Tahun

Umat Islam mungkin sudah sangat familiar dengan  keistimewaan sepuuh malam terakhir di bulan Ramadan. Pada sepuluh malam terakhir tersebut, Muslim di seluruh penjuru dunia berlomba-lomba meningkatkan ibadah seperti  i'tikaf, qiyamul layl, membaca Quran dan bersedekah. Setiap Muslim ingin mendapatkan keberuntungan bertemu satu malam istimewa dalam sepuluh malam terakhir tersebut, yakni  Laylatul Qadr.  Malam Laylatul Qadr, seperti tersebut dalam Quran, adalah malam di mana setiap amal shalih akan diganjar seperti halnya ibadah seribu bulan. Malam dimana ribuan Malaikat turun ke bumi dan menyesaki setiap jengkal ruang dibumi.

Namun , mungkin masih sedikit Muslim yang menyadari, bahwa ada hari-hari yang istimewa, di mana ibadah-ibadah siang harinya begitu istimewa dan sangat dianjurkan. Ialah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.  Ia adalah hari-hari paling istimewa sepanjang tahun, bahkan melebihi siang hari bulan Ramadan, Maa Shaa Allah...

Karena pentingnya sepuluh hari pertama (Bulan Dzulhijjah ) dan sepuluh malam terakhir (Bulan Ramadan), Allah Subhanahu Wa Taala  bersumpah dalam Quran, Surah Al Fajar (89)
"Demi waktu Fajar dan malamnya yang sepuluh " (1-2)

Ibnu Abar dan Ibnu Al  Zubair , Mujahid dan para Sahabat dari generasi awal dan kemudian, mengatakan bahwa surat tersebut mengacu pada sepuluh hari  pertama bulan Dzulhijjah . Dan dibenarkan oleh Ibn Katsir. --Tafsir Ibnu Katsir, 8/413-




Rasulullah Salallahu Alaihi wa Salam bersabda:

"Tiada hari  dimana amalan/perbuatan baik   lebih dicintai oleh Allah selain sepuluh hari ini. Sahabat bertanya, "Bahkan tidak  (dibanding) jihad di jalan Allah Ya Rasulullah?" Beliau menjawab "Bahkan tidak (dibanding) jihad di jalan Allah, keuali bagi mereka yang berjihad dengan harta dan jiwanya, lalu kembali tanpa apa-apa (gugur sebagai syuhada)"  --Shahih Bukhari 2/457-- 

Karena istimewanya hari-hari yang sepuluh inilah, maka sebaiknya sebagai Muslim, kita memaksimalkan amalan shalih yang disunnahkan pada hari-hari tersebut. Amalan-amalan sunnah tersebut adalah:

1. Berpuasa pada sembilan hari pertama Dzulhijah

 Sangat disunnahkan untuk berpuasa selama 9 hari pertama bulan Dzulhijjah, terutama pada tanggal 9, di mana pada saat tersebut, para tamu Allah atau jamaah Hajji sedang wukuf di Arafah.

Keutamaan puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah adalah , mampu menghapus dosa pada satu tahun sebelum dan sesudahnya. 

Allah Subhanahu Wa Taala berfirman :
Semua ibadah yang dilakukan anak Adam, adalah untuk dirinya sendiri, kecuali puasa.Puasa itu untukku dan AKU sendirilah yang akan memberikan  pahala puasanya." Sahih Bukhari 1805


CATATAN : 
DIHARAMKAN berpuasa pada tanggal 10 Dzulhijjah dan hari-hari tasyrik (11,12,13 Dzulhijjah).

Dari Hunayda Ibn Khalid, dari Isterinya, dari salah satu isteri Nabi, Salallahu Alaihi Wa Salam,:

Bahwasanya Rasululullah berpuasa (sunnah) pada sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah, pada hari-hari Ayura ( 10 Muharram) , pada tiga hari tiap pertengahan bulan dan tiap hari Senin dan Kamis" --Sunan An Nasai 4.205 --

Rasulullah Salallahu Alaihi Wa Salam bersabda:
Puasa pada hari Arafah bisa menghapus dosa (kecil) antara satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya" --Shahih Muslim--

Dikatakan bahwa diharamkan berpuasa tanggal 9 Dzulhijjah atau pada hari Arafah bagi Muslim yang sedang wukuf di Arafah atau beribadah Hajji.

Ummu fadil, meriwayatkan " Para Sahabat bertanya-tanya, apakah Rasulullah puasa atau tidak pada hari Arafah? Maka aku mengirimkan semangkuk susu pada beliau, dan beliau meminumnya, yakni saat itu beliau akan berkhutbah pada hari Arafah"--Shahih Bukhari--

2. Banyak Mengucapkan Takbir, Tahmid, Tasbih dan Tahlil

Seorang Muslim sangat dianjurkan untuk memperbanyak mengucap Takbir (Allahu Akbar), Tahmid (Alhamdulillah), Tasbih (Subhanallah) dan Tahlil (Laa Ilaaha Illallah) selama sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah.

Bacaan-bacaan mulia tersebut hendaklah banyak diucapkan saat berada di Masjid, di rumah, di pasar, di kebun (tempat bekerja) dan dimana-mana tempat yang mulia dan boleh disebut nama Allah.

Firman Allah :
"Agar mereka menyaksikan hal-hal yang bermanfaat bagi mereka, (pahala Hajji di akhirat, dan keuntungan duniawi dari perdagangan dan lain-lain) dengan menyebut Nama Alah pada hari-hari yang ditunjuk  ( 10  hari pertama bulan Dzulhijjah)  terhadap binatang ternak yang telah disediakan untuk kurban mereka "  --Quran 22: 28--


3. Melakukan Hajji dan Umrah
Hajji adalah kewajiban  yang ada dalam rukun Islam kelima. Meaksanakannya adalah wajib bagi yang mampu mengadakan perjalanan ke Tanah Suci.

Rasulullah Salallahu Alaihi Wa Salam bersabda :

"Haji yang diterima (manbrur), balasannya tiada lain, selain Surga" --Shahih Bukhari 133--

"Barangsiapa yang beribadah hajji dengan tidak melakukan rafats dan jiddal , maka dia akan kembali suci dari dosa-dosanya seperti saat baru dilahirkan"-- Shahih Bukhari 1521--
"Laksanakan Hajji dan Umrah secara susul menyusul. Karena ia menghapus kemiskinan dan menghapus dosa sebagaimana  dihapusnya karat dari besi, emas dan perak. Dan Hajji yang sempurna tiada balasan baginya kecuali surga" --Sunan At Thirmidzi 738--

CATATAN:
Diperbolehkan malaksanakan  Hajji untuk orang lain, asalkan dia sudah berhajji untuk dirinya sendiri dulu. Alangkah bagusnya melaksanakan Hajji atau Umrah dengan niat untuk mengirimkan pahalanya bagi orang lain.

4. Berkurban
Qurban adalah ibadah dengan cara menyembelih hewan ternak pilihan. Ibadah ini mengikuti contoh Nabiullah Ibrahim Alayhi Assalam atas pengorbanannya terhadap puteranya Ismail. Qurban disebut juga Uudiyah. Dilaksanakan pada tanggal 10,11,12,13  Dzulhijjah dan dilaksanakan setelah selesainya Shalat Iedul Adhah.

Seseorang dianjurkan berQurban apabila ia mampu (memiliki kelebihan harta dari yang ia butuhkan untuk makan sehari-hari).  Orang bisa saja menyumbangkan ribuan hewan ternak pada hari lain, namun hal tersebut tidak disebut sebagai Qurban (Uudiyah) karena tidak dilaksanakan pada hari yang ditentukan.

"Bukn daging atau darahnya (hewan Qurban )  yang sampai pada Allah, melainkan ketulusan yang sampai padaNYA" --Quran 22-37--


5. Lakukan Lebih Banyak Perbuatan Baik (Amal Shalih)

a. Memperbanyak bacaan Quran
b. Bersikap Sopan santun / Akhlak Mulia 
c. Bersedekah
d. Menhormati Orang Tua
e. Memperbanyak shalat-shalat Sunnah
g. Memperbanyak dzikir, memuji dan mengingat Allah.
h. Memperbanyak Doa
i. Meningkatkan kualitas diri sebagai Muslim dan Manusia yang baik.


Selamat meniti hari-hari awal Bulan Dzulhijjah. Semoga Allah menerima amal shalih kita dan menghapus dosa--dosa kita semua. Allahumma aamiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagaimana Menghadapi Kemelut Rumah Tangga ? | Mengupas Poligami, Perselingkuhan dan KDRT (bagian 2)

Assalamualaikum, apa kabar?
Semoga semua dalam Rahman dan RahimNYA serta dianugerahi kebahagiaan dan ketenteraman dalam hidup dan rumah tangga (bagi yang belum, bersabar dulu, ya)

Ok pada bagian 1 kita telah mengupas tentang definisi poligami, sejarah dimulainya poligami, hukum-hukum yang berkaitan dengan poligami, baik Hukum Islam, Hukum di Negara Indonesia maupun Kompilasi Hukum Islam.  Nah kita juga telah memaklumi bahwa tidak semua poligami itu berhasil. Ada beberapa kasus poligami yang berakhir derita yang kadang tak berkesudahana dan seolah tak ada penyelesaian hingga maut menjelang. Dihhh syeremm yaa..  (Apa??? banyakk?? hehehe ibu-ibu pada tereak tuh, di belakang..),

OK sedikit kilas balik, kita bahas bahwa poligami ada dalam syariat Islam, pada asalnya adalah untuk:
1) Mewadahi kecenderungan lelaki yang menghasratkan lebih dari satu wanita dengan cara yang legal dan halal.
2). Memberi perlindungan kepada wanita-wanita yang memang membutuhkan perlindungan, cinta dan kasih say…

Muslimah-Muslimah Yang Menginspirasi

Sebagai Muslimah sewajarnya kita menjadikan syariah sebagai dasar dari segala aktifitas kehidupan kita. Mengikuti keyakinan, bahwa tugas termulia seorang wanita adalah mengabdi pada suami dan mendidik putera-puterinya, banyak muslimah yang mendedikasikan seluruh waktunya untuk total menjadi isteri dan ibu.

Sebuah tugas yang cukup berat, mengingat banyak orang yang berpikir bahwa menjadi isteri dan ibu bukanlah pekerjaan, dan masih sering tidak dihargai. Sementara kenyataannya, menjadi isteri dan ibu berarti siap dua puluh empat jam dibebani pekerjaan rumah tangga yang seakan tiada habisnya. Semoga banyak orang yang menyadari  bahwa tugas dan kedudukan seorang ibu itu sangat mulia.


Namun sudah menjadi sunnatullah, bahwa ada sebagian muslimah yang memiliki passion pada pekerjaan dan aktivitas tertentu. Untuk mereka ini kita tentu tak bisa menunjuk bahwa mereka ini tidak berusaha menjadi isteri dan ibu yang baik. Asalkan bidang yang dipilih  memang dibutuhkan masyarakat, dia tetap bisa m…

Fahira Fahmi Idris, Bintang Yang Mampu Menjawab Kegalauan Masyarakat

Tidak salah memang, beberapa saat sebelum pesta demokrasi pemilihan anggota DPD RI, saya ikut menjagokan Uni  Fahira Fahmi Idris yang mewakili daerah pemilihan Jakarta. Meski saya bukan warga Jakarta, namun saya membaca sosok beliau yang inspiratif dan pemberani dalam mengulas masalah-masalah sosial yang terjadi di masyarakat. Saat itu (Mei 2014), saya  membaca banyak tweet yang mention beliau dan mendukung perempuan cantik 47 tahun ini untuk memenangi salah satu kursi DPD Jakarta.



Beberapa saat kemudian, beliau terbukti menang. Hal ini makin membuat saya sering memantau berita-berita tentang beliau.  Fahira Fahmi Idris adalah puteri berdarah Minang. Ayahnya adalah Fahmi Idris seorang pengusaha kelas satu yang memiliki bidang usaha mulai dari agrobisnis, perdagangan, perminyakan, hingga hotel.  Selain pengusaha TOP, Fahmi Idris pernah dua kali menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Indonesia, yakni pada masa pemerintahan Presiden Habibie dan Presiden SBY.  Lalu menjab…